Kamis, 26 September 2013

Alexander Andries Maramis

Alexander Andries Maramis

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Alexander Andries Maramis
Menteri Keuangan Republik Indonesia ke-2
Masa jabatan
14 November 1945 – 12 Maret 1946
PresidenSoekarno
Didahului olehSamsi
Digantikan olehSunarjo Kolopaking
Masa jabatan
3 Juli 1947 – 4 Agustus 1949
PresidenSoekarno
Didahului olehSyafruddin Prawiranegara
Digantikan olehLukman Hakim
Informasi pribadi
Lahir1897
Bendera Belanda ManadoSulawesi UtaraHindia Belanda
Meninggal1977
Bendera Indonesia Indonesia
Alma materUniversitas LeidenBelanda
AgamaKristen
Mr. Alexander Andries Maramis (lahir di ManadoSulawesi UtaraHindia Belanda 20 Juni tahun 1897 – meninggal di Indonesia tahun 1977; usia 80 tahun) adalah pejuang kemerdekaan Indonesia. Dia pernah jadi anggota KNIP, anggota BPUPKI dan Menteri Keuangan pertama Republik Indonesiadan merupakan orang yang menandatangani Oeang Republik Indonesia pada tahun 1945. Adik kandung Maria Walanda Maramis ini menyelesaikan pendidikannya dalam bidang hukum pada tahun 1924 di Belanda. Ia mempunyai istri bernama Elizabeth Maramis Velthoed yang merupakan seorang wanita asal Belanda.[rujukan?]
Pada waktu Agresi Militer Belanda II, AA Maramis berada di New DelhiIndia dan ditugasi untuk memimpin Pemerintah RI dalam pengasingan. Ia kemudian menjadi Menteri Luar Negeri dalam Kabinet Darurat dimasa PDRI yang diketuai oleh Sjafruddin Prawiranegara.

Pendidikan[sunting]

Semasa remaja ia bersekolah di ELS (Europeesche Lagere School, SD berbahasa Belanda), pada tahun 1911. Pada tahun 1918, ia melanjutkan sekolah ke HBS dan kuliah di Fakultas HukumUniversitas LeidenBelanda, lulus dengan gelar "Meester in de Rechten" (Mr.) pada tahun 1924.

Riwayat jabatan[sunting]

Di awal jabatan politiknya, Mr. A.A. Maramis menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) tahun 1945, bersama rekan seperjuangan lainnya antara lain Ir. Soekarno dan Mr. Ahmad Subardjo.
Mr. A.A. Maramis adalah salah satu orang yang merumuskan dan menandatangani Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945. Dia mengusulkan perubahan butir pertama Pancasila kepada Drs. Mohammad Hatta setelah berkonsultasi dengan Teuku Muhammad HassanKasman Singodimedjodan Ki Bagus Hadikusumo. A.A. Maramis juga adalah salah satu orang yang menandatangani Piagam tersebut bersama dengan Ir. Soekarno,Mohammad HattaAbikoesno TjokrosoejosoAbdul Kahar MuzakirH.A. SalimAchmad SubardjoWahid Hasjim, dan Muhammad Yamin.
Pada saat Belanda melancarkan Agresi Militer Belanda II, Mr. A.A. Maramis ditunjuk menjadi Menteri Luar Negeri Pemerintah Darurat RI (PDRI) yang berkedudukan di New DelhiIndia. Semasa hidupnya Beliau pernah juga menjabat sebagai Duta Besar RI untuk FilipinaJerman Barat dan Uni Sovyet.
Pada tahun 1974 Bersama Dr. Mohammad HattaMr. Sunario SastrowardoyoMr. Achmad Soebardjo dan Mr. A.G. Pringgodigdo, Mr. AA Maramis termasuk dalam "Panitia Lima" yang ditugaskan Pemerintah untuk mendokumentasikan perumusan Pancasila.
Mr. A.A. Maramis menerima Bintang Mahaputera dan Bintang Gerilya dari pemerintah Republik Indonesia.

Wafat[sunting]

Mr. A.A. Maramis meninggal dunia pada 31 Juli 1977, Jenazahnya disemayamkan di Ruang Pancasila Departemen Luar Negeri dan dilanjutkan dengan upacara militer untuk dimakamkan di Taman Pahlawan Kalibata, Jakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar